Loading

PERSEMBAHAN INIESTA FABREGAS UNTUK SANG KAWAN

10-Apr-2018

PERSEMBAHAN INIESTA FABREGAS UNTUK SANG KAWAN

Afrika Selatan,Johannesburg, Soccer City, 11 Juli 2010. Pertandingan final Piala Dunia disaksikan sebanyak 84.490 penonton itu tidak menyajikan gol selama waktu normal. Extra time pun digelar,tetapi gol tak kunjung pecah.

Empat menit lagi, adu penalti akan terjadi. 

Kemudian, Cesc Fabregas melakukan umpan . Di ujung operan tersebut Andres Iniesta sedang bersiap untuk mencari celah dan dia onside. Tembakannya menyilang dari sisi kanan ke tiang jauh Belanda yang dijaga Maarten Stekelenburg.

Bola menggetarkan jala gawang Maarten Stekelenburg . Iniesta melakukan selebrasi, berlari ke sudut kiri lapangan sambil berteriak dan di ikuti pemain-pemain Spanyol lainnya, dia melepas jerseynya dan menunjukkan kaus yang bertuliskan pesan " Dani Jarque siempre con nosotros - Dani Jarque selalu bersama kami" .


DANIEL JARQUE GONZALEZ ( 1 JANUARI 1983 - 8 AGUSTUS 2009)
 Daniel Jarque Lahir di Barcelona, Catalunya, dan di didik murni oleh akademi sepakbola Espanyol. Jarque adalah bek sentral dan debutnya yang pertama di La Liga bersama Espanyol pada 20 Oktober 2002.

Jarque merupakan salah satu kunci kesuksesan Espanyol menjuarai Copa del Rey 2006. Sejak itu, keberadaannya menjadi di butuhkan dan tidak tergantikan di klub Espanyol.

Pada awal musim 2009/10, Jarque di beri kepercayaan menyandang ban kapten Espanyol menggantikan Raul Tamudo. Namun jalan takdir seseorang seringkali tidak bisa ditebak arahnya.

Pada 8 Agustus 2008, saat Espanyol menjalani pertandingan pramusim di Italia, Florence , Coverciano , Jarque mengalami serangan jantung. Menurut berita dari media Spanyol saat itu , Jarque masih sempat mengikuti sesi latihan di pagi hari sebelum mengalami serangan jantung di kamar hotel saat sedang menelepon tunangannya.

Kabar yang beredar menyebutkan bahwa tunangannya langsung menghubungi dua rekan setimnya begitu menyadari ada yang tidak beres. Mereka menemukan Jarque dalam kondisi tak sadarkan diri dan langsung memanggil tim medis.

Jantungnya sudah berhenti. Dokter tim berusaha melakukan CPR dan menggunakan defibrillator, tapi hasilnya nihil. Beberapa menit kemudian, ambulans dari unit gawat darurat Florence tiba dan petugas medis melakukan sebisa mereka. Namun jantung Jarque tetap tidak bereaksi, dan dinyatakan meninggal sejam kemudian.

Jarque meninggal di usia 26 setelah sebulan dipercaya menjadi kapten baru Espanyol. Kabar ini membuat supporter bola Spanyol berduka. Rekan-rekan tim Jarque bersedih .


TRIBUTE UNTUK JARQUE

Berbaga tribute bermunculan , salah satunya dari Cesc Fabregas, mantan rekannya di tim U-21 Spanyol.

Pada tanggal 14 Agustus 2009, Fabregas mencetak gol dalam laga Premier League Arsenal melawan Everton. Fabregas melakukan selebrasi dengan mengibarkan jersey yang bernomor 21 yang biasa dipakai Jarque sebagai bentuk penghormatan darinya.

"Dia teman saya, dan yang terjadi padanya sangat menyedihkan," kata Fabregas saat itu.

"Dua musim kami berada di tim U-21 dan kematiannya merupakan kehilangan besar. Saya persembahkan gol itu untuk mengenangnya."


PERSEMBAHAN DARI INIESTA UNTUK JARQUE DI PANGGUNG PALING AKBAR ( PIALA DUNIA )

Andres Iniesta merupakan salah satu teman dekat Jarque seperti Cesc Fabregas, dia juga mantan rekan jarque di tim muda Spanyol. Meski klub yang diperkuatnya, Barcelona, adalah rival klub Espanyol, namun itu tak merusak persahabatan mereka.

Namun , musim itu bukanlah musim yang gampang bagi Andres Iniesta. Dia kerap dibekap cedera di Barcelona. Dipadu kematian teman dekatnya, Iniesta semakin menderita dan sedih seolah olah berada di titik terendah dalam karier sepak bolabya , yang hampir membuatnya menyerah terhadap keadaan

Iniesta bahkan membutuhkan bantuan profesional untuk menyembuhkan masalah psikologis dan menata ulang mentalnya. Perlahan namun pasti, Iniesta bangkit dari titik yang rendah .

Sebenarnya Iniesta terancam tak bisa masuk skuat Spanyol yang akan diberangkatkan ke Afrika Selatan. Namun pelatih Vincente del Bosque membuat keputusan yang sebaliknya. Untuk pemain dengan talenta Iniesta, del Bosque berani mengambil risiko dan tetap membawanya.

Keputusan yang sangat bijaksana.


Setelah kematian Jarque, Iniesta belum mendapatkan kesempatan yang cocok untuk memberikan tribute terbaik kepada mendiang . Kesempatan itu datang 337 hari kemudian. Kesempatan itu tercipta di panggung yang paling bergengsi di dunia yaitu final Piala Dunia 2010 .


Gol itu menjadi gol tunggal dan penentu kemenangan 1-0 Spanyol atas Belanda. La Furia Roja menjuarai Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Iniesta juga terpilih sebagai Man of the Match final.

Iniesta dinilai berjasa besar dalam mengantarkan Spanyol hingga ke puncaknya . Penampilannya membuat Iniesta menjadi salah satu nominasi penerima penghargaan Golden Ball. Dia juga masuk sebagai kandidat dalam kategori Dream Team bersama empat kompatriotnya.

Iniesta tampil impresif di turnamen ini. Yang paling berkesan adalah gol kemenangan yang di ciptakannya pada menit 116 ke gawang Belanda dan selebrasi yang dilakukannya.


GRACIAS ANDRES ( Terima kasih Andres )
Pihak Belanda mungkin pantas memprotes keputusan Webb yang tidak memberikan mereka tendangan bebas, melainkan tendangan gawang untuk Spanyol, yang membuat terciptanya gol Iniesta.

Namun pihak netral banyak yang menilai kalau final 'kotor' yang diwarnai 14 kartu kuning dan satu kartu merah ini memang sepantasnya dijuarai oleh La Furia Roja. Belanda bahkan di nilai beruntung karena hanya John Heitinga yang dikartu merah. Jika boleh jujur, tendangan kung-fu Nigel De Jong ke dada Xabi Alonso juga wajib diganjar kartu merah.

Untuk pelanggaran yang di lakukan oleh Nigel De Jong , Webb hanya mengeluarkan kartu kuning (yang di kemudian hari diakuinya sendiri itu harusnya merah). Warna kartu tersebut sama dengan kartu yang di tunjukkan kepada Iniesta untuk 'pelanggaran' melepas jersey saat merayakan golnya , apakah adil? 

Tim terbaiklah yang sepantasnya menang.

Bagi Iniesta, sepanjang musim setelah mencetak gol bersejarah itu, dia selalu mendapatkan aplaus dan dukungan dari para suporter lawan Barcelona di La Liga. Standing ovation untuk Andres Iniesta yang paling menyentuh tersaji untuknya di markas Espanyol.

Para suporter Espanyol kerap mengintimidasi Lionel Messi , membentangkan banner ejekan terhadap Gerard Pique. Namun mereka memperlakukan Andres Iniesta dengan berbeda.

Untuk Andres Iniesta, mereka hanya punya respek/rasa hormat yang abadi.

Gracias - terima kasih - Andres Iniesta




TAG ARTICLE